Lompat ke konten utama
P PILAR
← Jenis Sampah

Sampah Anorganik

Sampah yang sulit terurai secara alami dan berpotensi untuk didaur ulang.

Sampah Anorganik

Contoh Sampah

  • Plastik:
  • Botol plastik, kantong kresek, kemasan sachet
  • Styrofoam, sedotan plastik
  • Mainan plastik, ember rusak
  • Kertas/kardus berlapis:
  • Kemasan tetra pak (susu, jus)
  • Kertas berlaminasi
  • Logam:
  • Kaleng minuman/makanan
  • Besi tua, kawat, paku
  • Kaca:
  • Botol kaca, pecahan kaca
  • Toples kaca
  • Karet:
  • Ban bekas, sandal, sol sepatu
  • Elektronik (e-waste):
  • Baterai, kabel, ponsel/laptop rusak
  • Lampu bekas

Cara Penanganan

  1. 1

    Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)

    • Reduce: kurangi pemakaian barang sekali pakai (bawa tumbler, tas belanja sendiri)
    • Reuse: gunakan kembali barang seperti botol kaca jadi wadah, kardus jadi tempat penyimpanan
    • Recycle: kirim ke bank sampah atau pengepul untuk didaur ulang
  2. 2

    Bank Sampah

    • Pisahkan berdasarkan jenis (plastik, kertas, logam, kaca)
    • Setor ke bank sampah terdekat, biasanya bisa ditukar dengan uang atau poin
  3. 3

    Daur ulang mandiri (ecobrick/kerajinan)

    • Botol plastik bisa dipadatkan jadi ecobrick untuk bahan bangunan/furnitur
    • Kardus dan botol bekas bisa dijadikan kerajinan tangan (pot, tempat pensil, dll.)
  4. 4

    Serahkan ke pengepul/TPS3R

    • Untuk logam dan kaca dalam jumlah besar, bisa dijual ke pengepul rongsokan
    • TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) memilah sebelum ke TPA
  5. 5

    Penanganan khusus e-waste

    • Jangan dibuang sembarangan karena mengandung bahan berbahaya (merkuri, timbal)
    • Serahkan ke drop box e-waste atau program take-back dari produsen elektronik

⚠ Hal yang Harus Dihindari

Jangan dibakar sembarangan karena dapat mencemari udara.