← Jenis Sampah
Sampah B3 Rumah Tangga
Sampah B3 rumah tangga adalah sampah yang mengandung bahan berbahaya/beracun bagi kesehatan manusia dan lingkungan, meski berasal dari aktivitas rumah tangga sehari-hari. Sampah ini tidak boleh dicampur dengan sampah organik, anorganik, maupun residu karena bisa mencemari tanah, air, dan udara.
Contoh Sampah
- Baterai dan elektronik:
- Baterai bekas (AA, AAA, baterai jam, power bank)
- Lampu neon/CFL/LED bekas (mengandung merkuri)
- Ponsel, charger, kabel rusak
- Bahan kimia rumah tangga:
- Sisa cat, pengencer cat (thinner)
- Pestisida, insektisida, racun tikus
- Pembersih lantai/kaca/toilet yang mengandung bahan kimia keras
- Pewangi ruangan aerosol (kaleng semprot)
- Produk perawatan & kesehatan:
- Obat kadaluarsa
- Termometer merkuri (pecah)
- Jarum suntik bekas (untuk penderita diabetes, dll.)
- Otomotif:
- Oli bekas
- Aki/accu bekas
- Ban bekas (jika mengandung bahan tambahan kimia)
- Lainnya:
- Kemasan bekas bahan kimia (botol pemutih, botol pestisida)
- Korek api gas, tabung gas kecil bekas
Cara Penanganan
-
1
Jangan dibuang sembarangan
- Tidak boleh dicampur ke tempat sampah biasa apalagi dibakar, karena bisa melepaskan zat beracun ke udara/tanah
-
2
Pisahkan dan kemas khusus
- Simpan dalam wadah tertutup rapat, beri label "B3"
- Jangan dicampur antar jenis B3 (misal oli dengan baterai) karena bisa bereaksi berbahaya
-
3
Serahkan ke drop box/fasilitas khusus
- Banyak apotek dan minimarket menyediakan drop box untuk baterai dan obat kadaluarsa
- Beberapa kota punya program "Rumah B3" atau TPS B3 yang dikelola dinas lingkungan hidup
- Bengkel resmi biasanya menerima oli bekas dan aki untuk didaur ulang
-
4
Manfaatkan program take-back produsen
- Beberapa merek elektronik/baterai punya program pengumpulan produk bekas mereka sendiri
-
5
Untuk limbah medis (jarum suntik dll.)
- Gunakan wadah tahan tusuk (sharps container) sebelum diserahkan ke puskesmas/klinik terdekat
⚠ Hal yang Harus Dihindari
Jangan dibuang bersama sampah rumah tangga biasa maupun dibakar.